Wednesday, October 27, 2021

Oddie Agam, Sang Hits Maker Indonesia, Berpulang

Oddie Agam berpulang hari ini, setelah beberapa pekan lalu dikabarkan kondisinya membaik pasca melakukan cuci darah karena gangguan ginjalnya. Bagi generasi 80-90an yang meminati musik, sudah pasti hafal dengan sosok satu ini. Oddie Agam dengan karya-karya terbaiknya di tanah air, baik yang disuarakannya sendiri, terlebih lewat penyanyi lain. Yup, Oddie merupakan salah satu hits maker Indonesia.


Baca juga: Gitaris Burgerkill Meninggal Dunia

Ada puluhan lagu Oddie Agam yang berjaya di tanah air. Lagu-lagu yang sukses di panggung maupun terjual di pasaran. Dari suara Vina Panduwinata kita mengenal 'Wow', 'Surat Cinta', 'Bahasa Cinta', 'Logika', dan 'Tamu Istimewa'. Siapa pula yang tak kenal 'Antara Anyer dan Jakarta', lagu yang nge-hits lewat suara penyanyi negeri jiran, Sheila Majid, yang di kemudian hari juga dibawakan Oddie sendiri. Model yang juga menyanyi, Itang Yunaz, sukses dengan 'Aku Cinta Padamu'. Karya Oddie 'Puncak Asmara' juga melengkapi kumpulan lagu di album Utha Likumahua. Ada dua lagu sukses lewat suara Mus Mujiono, 'Tanda Tandanya' dan 'Arti Kehidupan'. 'Memory' dari Ruth Sahanaya tentu saja termasuk di dalamnya. Dan masih banyak yang lainnya. Pendek kata, nama Oddie Agam seolah menjadi jaminan kesuksesan sebuah lagu.

Baca juga: Eddie Van Halen Tutup Usia

Oddie sendiri juga merilis album solonya. Album perdananya, Aku, Kau & Dia, rilis pada 1983. Namanya belum banyak dikenal saat itu. Begitu pun saat ia merilis album kedua, Bellina, belum juga mengangkat namanya. Meski album tersebut mengutip nama Bellina, dari Meriam Bellina yang tengah berjaya karena memenangkan Piala Citra di film Cinta di Balik Noda. Saat merilis album ketiga, Gadis Sentimentil, pada 1986, namanya sudah banyak dikenal sebagai pencipta lagu. Pada 1990, Oddie menggandeng empat penyanyi perempuan yang tengah berjaya masa itu, Vina Panduwinata, Anggun, Malyda, dan Asti Asmodiwati. Album bertajuk namanya. Saat namanya mulai meredup, Oddie mempersembahkan karya-karyanya dalam album kelimanya, album yang merupakan kumpulan karya terbaiknya selama satu dekade. Ia menamai albumnya, The Best of 84-94. 

Baca juga: Yopie Latul dan Lagu-lagunya yang Berjaya

Nama aslinya, ada yang tahu? Imran Madjid! Laki-laki kelahiran 19 Maret 1953 ini mengawali kariernya di kancah musik lewat karyanya di film bertajuk Istana Kecantikan. Oddie kita kenal juga sebagai suami dari penyanyi Chintami Atmanegara. Mereka menikah pada 1988 dan bertahan selama 4 tahun dengan seorang anak. Pernikahannya yang kedua ia lakukan pada tahun 2014, dengan perempuan bernama Almafilia.

Selamat jalan, Oddie Agam. Terima kasih untuk karya-karyamu.


Monday, October 11, 2021

Mendhung Tanpa Udan Karya Viral Kukuh Prasetya Kudamai

Mendhung Tanpa Udan! Beberapa waktu terakhir, lagu ini berkumandang dari berbagai tempat, lewat banyak penyanyi. Bahkan penyanyi senior Iwan Fals pun ikut meramaikannya dengan versinya. Saking banyaknya versi ini lagu, banyak yang lantas tergagap bertanya: ini lagu siapa sih? Yup, ini lagu karya Kukuh Prasetya Kudamai yang dikenal pertama kali lewat versi Ndarboy Genk.




Baca juga: Gitaris Burgerkill Meninggal

“Awak dhewe tau duwe bayangan, besok yen wis wayah omah-omah.. Aku maca koran sarungan, kowe blanja dhasteran. Nanging saiki wes dadi kenangan, aku karo kowe wis pisahan, aku kiri kowe kanan wis beda dalan…. “ 

Di atas adalah penggalan Mendhung Tanpo Udan. Lirik yang sederhana dan mudah diingat. Ini lagu viral di Tiktok dan reel Instagram. Tak kurang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun menggunakannya di reel Instagramnya.

Jadi, siapa sih Kukuh ini?

Nama lengkapnya Muhammad Kukuh Prasetya. Alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini mengawali karir bermusiknya dengan bergabung di grup musik Sri Rejeki pada 2014. Ia pernah pula membangun band sendiri, band hardcore di Madiun. Kukuh juga menapakkan jejaknya di dunia peran, terlibat di sejumlah sinetron. Mendhung Tanpa Udan sendiri ia tulis saat ia baru diberhentikan dari keikutsertaannya di salah satu sinetron TV Nasional, pada awal pandemi tahun lalu.

Baca juga: Pelangi Cinta dalam Versi Baru

Butuh  waktu tujuh bulanan bagi Kukuh menuntaskan Mendhung Tanpa Udan. Produksinya sendiri dibantu pencipta lagu, Kris Sagara di Jakarta, dan peniup terompet, Anas di Yogyakarta. Akhirnya berhasil rilis pada 12 Februari 2021.

Mendhung Tanpa Udan

Kisah iki

Kesimpen rapi

Neng jero sepi

Udan tanpa mendhung

Gawe ati bingung

Ra isa tak bendung

Banyu tiba gawa teka rasa

Rasa seng wes tau tak kon lunga

Aku wong sing ora gampang sayang

Merga aku wedi krasa peteng neng gon padhang

Sakwise udan terang

Abot ati iki

Arep ninggalke perasaan

Awak dhewe tau duwe bayangan

Besok yen wis wayah omah-omahan

Aku maca koran sarungan

Kowe blanja dhasteran

Ee... Tapi...

Udan tanpa mendhung

Gawe ati bingung

Ra isa tak bendung

Banyu tiba gawa teka rasa

Rasa sing wis tau tak kon lunga

Aku wong sing ora gampang sayang

Merga aku wedi krasa peteng neng gon padhang

Sakwise udan terang

Yen pancen kowe jodhoku

Gusti, bapak, lan ibu

Kula nyuwun pengestu

Aku wong seng ora gampang sayang

Merga aku wedi krasa peteng neng gon padhang

Sakwise udan terang

Abot ati iki

Arep ninggalke perasaan

Baca juga: Yopie Latul dan Lagu-lagunya yang Berjaya

Catatan:

Dilakukan perubahan ejaan dalam penulisan lirik lagu, semata memenuhi kaidah bahasa Jawa baku, tanpa konfirmasi ke penulis lirik.