Wednesday, December 23, 2020

Across The Universe, Sebuah Seruan Pada Semesta

Across The Universe muncul dan dirilis pertama kali bersama album kompilasi No One's Gonna Change Our World pada 1969. Album ini dirancang sebagai charity dalam kampanye the World Wildlife Fund (WWF). Saat itu WWF tengah menggugat World Wrestling Federation untuk berhenti memakai akronim yang sama. Ini lagu ditulis oleh John Lennon dengan kredit Lennon-McCartney. Pada versi ini dilengkapi dengan suara kicauan burung yang menandai kentalnya peristiwa alam. Berbeda dengan versi yang rilis bersama album Let It Be.


Baca juga: The Beatles, Maharishi, dan Sexy Sadie

Satu kalimat khas yang kita temukan pada lagu ini adalah Jai Guru Deva Om. Kalimat ini serupa mantra yang mengajak pendengarnya untuk berhening menuju ke kesadaran yang lebih tinggi. Kalimat dari Bahasa Sanskerta ini bermakna: saya berterima kasih kepada Guru Dev. Kalimat-kalimat serupa akrab dengan The Beatles saat mereka berkunjung ke India. Bahkan saat mengunjungi Maharishi di Rishikesh, John sempat membeli gelang kuningan bertuliskan Jai Guru Dev di bagian atasnya. 

Saat melakukan rekaman Across The Universe, sempat terjadi ketegangan antara John dan Paul. Namun akhirnya proses rekaman yang berlangsung sepanjang Februari 1968 tersebut tuntas, dan hasilnya seperti yang kita nikmati kini. Pada 1975, David Bowie membawakan lagu ini dengan Lennon pada gitar. Versi Bowie rilis Bersama album Young Americans.

Baca juga: Kalender The Beatles 1964


Across The Universe

(Let It Be version)


Words are flowing out like endless rain into a paper cup

They slither while they pass, they slip away across the universe

Pools of sorrow waves of joy are drifting through my opened mind

Possessing and caressing me


Jai guru deva om

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world


Images of broken light which dance before me like a million eyes

They call me on and on across the universe

Thoughts meander like a restless wind

Inside a letter box they

Tumble blindly as they make their way

Across the universe


Jai guru deva om

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world


Sounds of laughter shades of life are ringing

Through my open ears inciting and inviting me

Limitless undying love which shines around me like a million suns

And calls me on and on across the universe


Jai guru deva om

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world

Nothing's gonna change my world


Jai guru deva

Jai guru deva

Jai guru deva

Jai guru deva

Jai guru deva

Jai guru deva...

Baca juga: The Beatles di New Zealand

Tuesday, December 22, 2020

Fire and Rain, Sebuah Cerita Kehilangan

Lewat suara siapa Anda mendengarkan Fire and Rain? Babyface? Dido? Bagi yang pernah melewati dekade 70-an atau tahun-tahun tak terlalu jauh setelahnya, mungkin mengenali lagu ini suara John Denver atau Willie Nelson atau tentu saja sang pemilik lagu, James Taylor. Carole King, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan Taylor pada lagu You’ve Got A Friend, terlibat dalam permainan piano.



Baca juga: Eddie Van Halen Berpulang

Yup, Fire and Rain dirilis pertama kali pada Februari 1970 lewat suara James Taylor. Ia sendiri juga yang menulis liriknya. Taylor bercerita tentang kawan masa kecilnya, Suzanne Schnerr yang mengakhiri hidupnya, dan perjuangannya membebaskan diri dari ketergantungan obat. Peristiwa kematian Schnerr terjadi saat ia berada di London, Inggris, melakukan rekaman di Apple Records untuk album pertamanya. Saat itu ia juga tengah mengalami depresi karena kegagalan dengan band yang dibentuknya. The Flying Machine. Taylor berhasil menuntaskan ini lagu saat sedang melakukan rehabilitasi untuk ketergantungannya. 

Baca juga: Somewhere Over The Rainbow, Lagu Abadi

Fire and Rain rilis sebagai single untuk album keduanya, Sweet Baby James, pada Februari 1970. Tak lama setelah rilis, berhasil menjadi runner up di tangga lagu Kanada, dan berada di posisi tiga Billboard Hot 100. 


Fire and Rain


Just yesterday morning they let me know you were gone

Susanne the plans they made put an end to you

I walked out this morning and I wrote down this song

I just can't remember who to send it to

I've seen fire and I've seen rain

I've seen sunny days that I thought would never end

I've seen lonely times when I could not find a friend

But I always thought that I'd see you again

Won't you look down upon me, jesus

You've got to help me make a stand

You've just got to see me through another day

My body's aching and my time is at hand

And I won't make it any other way

Oh, I've seen fire and I've seen rain

I've seen sunny days that I thought would never end

I've seen lonely times when I could not find a friend

But I always thought that I'd see you again

Been walking my mind to an easy time my back turned towards the sun

Lord knows when the cold wind blows it'll turn your head around

Well, there's hours of time on the telephone line to talk about things

To come

Sweet dreams and flying machines in pieces on the ground

Oh, I've seen fire and I've seen rain

I've seen sunny days that I thought would never end

I've seen lonely times when I could not find a friend

But I always thought that I'd see you, baby, one more time again, now

Thought I'd see you one more time again

There's just a few things coming my way this time around, now

Thought I'd see you, thought I'd see you fire and rain, now

Baca juga: Mark Chapman dan Peristiwa Kematian John Lennon

Wednesday, December 9, 2020

Mengenang Lennon, Setelah 40 Tahun Kepergiannya

Tanggal 8 Desember 2020, beatlemania di berbagai belahan dunia memperingati peristiwa kematian John Lennon dengan caranya masing-masing. Sudah 40 tahun berselang, namun para penggemar tak pernah lupa. Ingatan akan peristiwa tertembaknya Lennon yang berakhir dengan kematiannya, tak akan lekang oleh waktu.

Sebuah catatan menarik ditulis oleh sebuah akun fesbuk dengan nama Love from George. Menarik, karena ternyata angka 40 ini punya makna khusus. John meninggal di usia 40 tahun.

Baca juga: Peringatan Kematian John Lennon 2019

 

Paul McCartney, melalui akunnya juga berbagi kenangan tentang kawan seperjuangannya tersebut. Ia mengunggah foto karya istrinya, saat ia duduk berdampingan dengan Lennon. 


Baca juga: Rekaman Decca, Awal Mula The Beatles

Di akun twitternya, Ringo Starr juga membagikan kenangannya terhadap Lennon. Seperti Paul, ia pun mengunggah fotonya saat berdua dengan Lennon. 

Penyanyi Cat Stevens atau Yusuf Islam juga menunjukkan apresisasinya. Ia menyebut Lennon sebagai perancang perdamaian di masa depan.


Baca juga: Menunggu Film Dokumenter The Beatles?

Akun musik In Music We Trust menampilkan foto Ozzy Osbourne yang sedang meletakkan bunga di monumen Strawberry Field di Central Park.


Seperti kita tahu, Lennon meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, setelah ditembak Mark David Chapman pada 8 Desember 1980. Chapman sendiri hingga kini masih mendekam di penjara. Upaya evaluasi hukuman terhadap Chapman dilakukan empat tahun sekali. Namun hingga tahun ini, Yoko tak memberikan persetujuannya atas pembebasan Chapman dengan pertimbangan kejadian serupa dapat berulang.

Baca juga: Mark Chapman dan Persitiwa Kematian John Lennon

Yoko sendiri tahun ini kembali menggaungkan kampanye tentang pembatasan penggunaan senjata. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kembali ia unggah foto kacamata yang dipakai Lennon saat penembakan terjadi. Terlihat bercak darah pada bagian kiri kacamata.

Ia juga mengungkapkan kekangenan mereka, dia sendiri bersama Julian dan Sean terhadap sosok Lennon.

Baca juga: John Lennon, Yoko Ono, dan Pernikahan Mereka

 

 

Wednesday, December 2, 2020

Revolution 9, Lagu Absurd di White Album

Revolution 9, lagu apakah sesungguhnya? Atau ini tak bisa disebut lagu? Yang pasti, judul yang dapat kita temukan di White Album ini tak pernah dimunculkan dalam playlist siarannya penulis. Terlalu absurd, yang tak dapat diterima oleh semua pendengar yang notabene beragam. Bahkan konon sebetulnya ini lagu tak disetujui semua personel untuk dimasukkan dalam album.

Jadi, apa sesungguhnya Revolution 9

Baca juga: Menunggu Film Dokumenter The Beatles

Revolution 9 adalah kumpulan suara acak. Suara manusia yang monoton menyebut 'number nine', obrolan yang tak jelas, dan aneka musik. Berangkat dari lagu Revolution, John Lennon mengimbuhi dengan potongan-potongan suara, pidato, obrolan, pertunjukan musik, dengan coda yang tak terpakai. Semuanya dimanipulasi dengan distorsi, echo, aneka panning dan fading. Pertunjukan musik yang diambil, beberapa di antaranya adalah dari pertunjukan musik klasik seperti O Clap Your Hand karya Vaughan Williams Motet. Lalu ada potongan cord penghujung Symphony No 7, dan komposisi Beethoven Choral Fantasy, The Streets of Cairo. Ada pula komposisi Schumann Studi Symphonic yang diputar terbalik. 

Baca juga: The Beatles dan Odeon Cinema

Potongan lagu The Beatles juga dijadikan bagian. Ada komposisi biola dari lagu A Day in the Life, ditimbal suara George Martin: "Geoff, put the red light on”. Beberapa lagu unik juga mendapatkan porsi, seperti lagu dari Arab, Awwal Hamsa. Rekaman nyanyian sepak bola Amerika, Hold that line! Block that kick! juga tak luput. Tambahan lainnya, potongan pertunjukan opera entah milik siapa, dan musik-musik yang diputar terbalik. 



Banyak yang berspekulasi tentang lagu ini. Tentang chaos dan kekerasan, hal-hal yang melekat pada revolusi. Juga dikaitkan dengan rumor kematian Paul McCartney. 

Baca juga: Album With The Beatles