Monday, January 27, 2020

Fire, Karya Bruce Springsteen yang Sukses Lewat Suara Penyanyi Lain


Bagi generasi 90-an, bisa jadi mengenal Fire lewat suara Babyface dan Desree. Padahal ini lagu sudah muncul sejak tahun 70-an dan sempat dibawakan banyak penyanyi dari dekade-dekade berikutnya. Versi paling beken dari lagu karya Bruce Springsteen ini adalah saat dirilis dalam bentuk single tahun 1978 oleh The Pointer Sisters.   


Fire awalnya diberikan Springsteen pada Robert Gordon. Mereka telah bersahabat sebelum Springsteen memberi Gordon lagu itu. Springsteen melibatkan diri untuk rekaman Gordon dengan bermain piano. Fire versi Gordon dirilis pada 1978 bersama album Fresh Fish Special. Versi The Pointer Sisters lebih sukses secara komersil. Versi mereka berhasil menanjak hingga posisi kedua Billboard Hot 100 pada Februari 1979. Sukses juga di tangga lagu sejumlah negara seperti Belgia, Belanda, Austria, Australia, Kanada, Jerman, dan Inggris. 


Springsteen sendiri sebetulnya membayangkan Fire akan dibawakan oleh idolanya, Elvis Presley. Lagu itu ia tulis pasca melihat penampilan Presley pada konsernya, 28 Mei 1977 di Spectrum di Philadelphia. Konon ia juga telah mengirimkan demonya, tapi Presley meninggal sebelum menerima kiriman Springsteen. Berikutnya, Springsteen merekam lagu itu dalam versinya sendiri. Tapi lagu itu tak lantas dimasukkan dalam album Darkness on the Edge of Town yang rilis tahun 1978. Kemungkinan tak sesuai dengan tema album. 

Babyface dan Desree baru membawakan Fire pada tahun 1998, bagian dari sederet lagu soundtrack film Hav Plenty. 


Wednesday, January 22, 2020

Kalender The Beatles 1964 Beredar Viral


Beberapa hari terakhir beredar viral kalender 1964 dengan tema grup legendaris, The Beatles. Apa pasal? Disebutkan kalender tersebut sama persis dengan penanggalan tahun 2020. Anggapannya, kalau beatlemania punya kalender 56 tahun lalu tersebut, dapat digunakan kembali tahun ini. Masalahnya, siapa yang masih menyimpan kalender yang telah berusia lebih dari setengah abad? Ternyata, ya memang ada. Dan dari situlah asal muasal kabar ini beredar viral. 


Yup, kabar viral itu bersumber dari laman jual beli daring eBay. Ada yang mengiklankan kalender tahun 1964 bertema The Beatles. Seorang yang diketahui tinggal di Inggris itu menyebutkan, kalender bekas tersebut berbahan kertas otentik dan dimilikinya sejak tahun kemunculannya. Sang penjual melepas koleksinya dengan harga 128,68 Euro, yang kalau dirupiahkan mencapai Rp1,9 juta. 

Sebetulnya adanya kesamaan tersebut bukanlah hal yang aneh, karena kita menggunakan kalender masehi atau sistem penanggalan Gregorian. Sistem penanggalan ini mengacu pada gerak semu tahunan matahari, dengan hitungan 365 hari dalam setahun. Kecuali pada siklus empat tahun sekali, jumlah hari sebanyak 366, atau yang kita sebut tahun kabisat. Dengan perhitungan tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun, dan minggu berulang setiap 7 hari, maka rumusan kelipatan terdekat adalah angka 28. Maka kalender akan sama persis pada tiap 28 tahun. Bukan hanya 1964, tahun 1992 juga sama dengan tahun 2020.


Mengapa tahun 1964 menjadi istimewa bagi para beatlemania? Karena tahun itu merupakan titik penting bagi The Fab Four. Pada 7 Februari 1964 The Beatles menginjakkan kakinya untuk pertama kali di Amerika Serikat. Sebelumnya, beberapa lagu mereka diputar di stasiun-stasiun radio di Amerika. Namun tak sampai mencetak hits. Begitu mereka hadir di Ed Sullivan Show, langkah mereka seolah tak terbendung. I Want To Hold Your Hand membahana di seantero Amerika Serikat. Momentum ini bahkan dianggap sebagai titik tolak British Invasion

Kalender 1964 The Beatles saat terbit dijual dengan harga £30-£40. Bandingkan dengan harga bekasnya saja yang dijual tahun ini. Nah, kalau punya grup favorit di tahun ini, bisa simpan dengan baik. Siapa tahun 28 atau 56 tahun mendatang harganya meroket. Dengan catatan, grupnya masih berjaya dan atau masih dikenang ­čśë

Sunday, January 19, 2020

Bitch, Single Perdana Meredith Brooks Yang Mendunia


Meredith Brooks sebetulnya telah bermusik sejak usia belasan. Namun single debutnya, Bitch, baru rilis saat ia berusia 38 tahun. Di usia yang bisa dibilang tak muda lagi, Brooks melahirkan lagu yang judulnya sempat menuai kontroversi tersebut.


Lewat lagunya, Brooks ingin mengatakan lagu itu tentang edukasi ulang dan penataan kembali tentang konsep perempuan. Ia membuat penyebutan beraneka tentang sosok perempuan: perempuan jalang, kekasih, anak, ibu, orang berdosa, orang suci. Sedari awal juga Brooks sudah menyadari kemungkin ini judul lagu bakal mengundang kontroversi. Tapi ia juga sudah melihat lagu Elton John bertajuk The Bitch Is Back melenggang saja di pasaran, diputar di stasiun-stasiun radio. Meskiiiii..ditemukan fakta, penyiar radio tak menyebut judulnya dengan jelas dan hanya membuat pengantar ‘sebuah lagu dari Meredith Brooks’

Meredith Brooks punya kesepakatan dengan Interscope Records. Namun tak satu pun lagunya yang diterbitkan. Suatu kali, penulis lirik, Shelly M Peiken menyaksikan Brooks manggung di sebuah klub di Hollywood pasca diperkenalkan oleh sang manajer. Peiken melihat Brooks punya nyali dan layak dapat kesempatan. Ia masih berpikir tentang lagu apa yang cocok buat Brooks saat suatu kali mendapati hari yang buruk dan mulai menulis lirik berawal kalimat 'I hate the world today.’ Kalimat yang mengantarkan pada perjumpaannya kembali dengan Brooks. Kali ini adalah untuk menulis lagu bersama. Berdua, mereka menuntasan lagu tersebut hingga rilis sebagai single pada 1997. Tak cuma itu, Brooks dan Peiken berikutnya menulis enam lagu lain yang kemudian rilis bersama album Blurring The Edges yang terjual lebih dari satu juta copy.

Bitch

I hate the world today
You're so good to me
I know but I can't change
Tried to tell you
But you look at me like maybe
I'm an angel underneath
Innocent and sweet

Yesterday I cried
Must have been relieved to see
The softer side
I can understand how you'd be so confused
I don't envy you
I'm a little bit of everything
All rolled into one

I'm a bitch, I'm a lover
I'm a child, I'm a mother
I'm a sinner, I'm a saint
I do not feel ashamed
I'm your hell, I'm your dream
I'm nothing in between
You know you wouldn't want it any other way

So take me as I am
This may mean
You'll have to be a stronger man
Rest assured that
When I start to make you nervous
And I'm going to extremes
Tomorrow I will change
And today won't mean a thing

I'm a bitch, I'm a lover
I'm a child, I'm a mother
I'm a sinner, I'm a saint
I do not feel ashamed
I'm your hell, I'm your dream
I'm nothing in between
You know you wouldn't want it any other way

Just when you think, you got me figured out
The season's already changing
I think it's cool, you do what you do
And don't try to save me

I'm a bitch, I'm a lover
I'm a child, I'm a mother
I'm a sinner, I'm a saint
I do not feel ashamed
I'm your hell, I'm your dream
I'm nothing in between
You know you wouldn't want it any other way

I'm a bitch, I'm a tease
I'm a goddess on my knees
When you hurt, when you suffer
I'm your angel undercover
I've been numb, I'm revived
Can't say I'm not alive
You know I wouldn't want it any other way

Wednesday, January 15, 2020

Besame Mucho, Lagu Meksiko Yang Sering Dipanggungkan The Beatles

B├ęsame Mucho. Bagi penggemar The Beatles, so pasti hafal sama lagu ini. Tapi sesungguhnya lagu ini sudah populer jauh sebelum grup asal Liverpool ini lahir.


B├ęsame Mucho yang artinya Kiss Me A Lot ini ditulis oleh penulis lagu asal Meksiko, Consuelo Vel├ízquez, pada tahun 1940. Konon saat menulis lagu itu Vel├ízquez beranggapan, kissing itu dosa. Saat itu ia baru berusia 15 tahunan. Tapi toh ia menulis dengan baik dan disukai penikmat musik. Bahkan mendunia. Vel├ízquez sendiri mengaku terinspirasi oleh potongan piano Quejas, o la Maja y el Ruise├▒or the 1911 suite Goyescas karya composer Spanyol, Enrique Granados. Komposisi itu juga muncul dalam opera yang dimunculkan Granados pada tahun 1916.

B├ęsame Mucho dibawakan oleh banyak penyanyi. Pertama direkam oleh Emilio Tuero. Penerjemahan ke dalam Bahasa Inggris dilakukan oleh penyanyi dan penulis lagu Amerika, American Sunny Skylar. Lagu ini muncul dalam film Follow the Boys pada tahun 1944 lewat vokal Dale Evans, dan menjadikannya mendunia. Di tahun yang sama, muncul dua versi Amerika, Kitty Kallen-Jimmy Dorsey dan Andy Russell yang merajai tangga lagu masa itu. Yang dianggap paling terkenal adalah cover version dari Trio Los Panchos. Tapi yang sempat masuk nominasi Grammy Award untuk kategori Best Latin Pop Performance adalah versi Pl├ícido Domingo pada tahun 1983. Tiga dekade berikutnya, ada Zoe yang masuk nominasi Latin Grammy untuk kategori Record of the Year. Pada tahun 1999, B├ęsame Mucho tercatat sebagai lagu Meksiko yang paling banyak dinyanyikan dan direkam di dunia.  

The Beatles merekam B├ęsame Mucho pertama kali saat melakukan audisi untuk Decca Records pada 1 Januari 1962. Versi live terekam saat mereka manggung pada perayaan tahun baru di Star-Club Hamburg, di tahun yang sama. Versi rekaman lain dilakukan pada Juni 1962, saat mereka melakukan audisi untuk EMI, dengan Ron Richards dan George Martin sebagai produser. Paul McCartney bertugas pada vocal dan bass, John Lennon pada rhythm guitar, George Harrison pada lead guitar, dan Pete Best pada drum. Dan dengan segera lagu ini menjadi salah satu lagu yang disukai penonton. B├ęsame Mucho versi the Beatles untuk EMI ini dapat ditemukan pada album Antology 1 yang rilis pada  November 1995.

B├ęsame Mucho (Kiss Me A Lot)


Cha-cha boom!

Besame, besame mucho
Each time I bring you a kiss
I hear music divine
So besame, besame mucho
I'll love you for ever
Say that you'll always be mine
Cha-cha boom!

Dearest one, if you should leave me
Then each little dream will take wings
And my life would be through
Oh besame, besame mucho
Ooh love me for ever
Make all my dreams come true.

Oh this joy is something new
My arms are holding you
I never knew this thrill before
Who ever thought I'd be
Holding you close to me
Whispering it's you I adore

Yes, so dearest one, if you should leave me
Then each little dream will take wings
And my life would be through
Oh, so besame, besame mucho
Yeah I'll love you for ever
Make all my dreams come true

Ooh, this joy is something new
My arms are holding you
Never knew this thrill before
Who ever thought I'd be
Holding you close to me
Whispering it's you I adore

Oh, so dearest one, if you should leave me
Then each little dream will take wings
And my life would be through
Oh, so besame, besame mucho
And I'll love you for ever
Make all my dreams come true
Ooh, love me for ever
Make all my dreams come true
Ooh, love me for ever
Make all my dreams come true

Wednesday, January 8, 2020

The Beatles dan Elvis Presley

Tanggal 8 Januari tercatat sebagai tanggal lahirnya Elvis Aron Presley. Persisnya 8 Januari 1935. Nama yang menjadi legenda dengan julukan 'The King of Rock and Roll' atau 'The King' saja. Lalu apa hubungannya sang raja dengan The Beatles? Secara langsung tak ada. Meski kita tahu The Beatles juga memuja The King. Catatan kali ini untuk mengingat saja perjumpaan mereka pada 27 Agustus 1965. 

Manajer Elvis, The Colonel (Colonel Tom Parker) mengagendakan pertemuan The King dengan empat pemuda yang tengah mengguncang dunia di masa itu, The Beatles. Mereka diundang mengunjungi kediaman Elvis di California. Namun kalau menurut istri Elvis, Priscilla Presley, meski undangan datang dari Elvis, tapi perjumpaan itu sangat diinginkan The Beatles. Dalam sebuah wawancara, Priscilla mengatakan ada kekakuan dalam perjumpaan itu.  Ketika John, Paul, Ringo, dan George memasuki rumah, Elvis nyaris tak  bergerak, tetap duduk santai di sofa sambil nonton TV. Dari pengakuan Priscilla, hal itu dilakukan Elvis bukan karena tak menghargai tamunya tapi hanya ingin membangun suasana santai.  Menurut Priscilla, suaminya menghormati The Beatles.

Sayangnya tak ada foto yang menyimpan kisah pertemuan The Beatles dengan The King. Dari awal The Colonel  memang sudah membuat aturan: foto atau rekaman tak diijinkan. Dalam pertemuan ini The Beatles didampingi Epstein dan Tony Barrow. Elvis ditemani Priscilla yang saat itu masih jadi kekasihnya. Bergabung juga beberapa anggota Memphis Mafia, kelompok yang banyak melakukan perjalanan bersama Elvis.

Apa yang dikatakan Priscilla diakui pula oleh The Beatles. Dalam kesempatan wawancara yang berbeda, mereka menyebut tentang kekakuan itu. “I was pretty excited about it all, and we were lucky because it was the four of us and we had each other to be with,” kata Ringo Starr. Dalam pengamatan Ringo, Elvis tampak pemalu. Dan mereka merasa lebih lagi. Tapi mereka seolah bersepakat untuk membiarkannya mengalir saja. Ringo mengaku sangat senang dengan pertemuan tersebut. Paul McCartney dan John Lennon mengakui hal yang lebih kurang sama. Paul mengatakan, “He showed us in, and he was great. I mean, it was Elvis; he just looked like Elvis. We were all major fans, so it was hero worship of a high degree.” Dalam sebuah wawancara pada tahun 1975, menurut John, “The Beatles were simply ‘terrified’. He is our idol. I just remember sitting there and him playing the bass. And me thinking ‘It’s Elvis! It’s Elvis!’ It’s actually Elvis. He looked great then, no weight on him. He looked good.”

Demikianlah akhirnya, ketika dua kekuatan rock n’ roll berjumpa. Dua bintang besar yang kemudian menjadi legenda.

Happy birthday, The King!