Monday, February 19, 2018

I Like Chopin, Dedikasi Gazebo Untuk Sang Komposer


Pertama tahu I Like Chopin, menduga penyanyinya, Gazebo adalah nama grup. Nyatanya adalah nama penyanyi asal Italia. Paul Mazzolini nama aslinya. Menarik juga membaca catatan tentang penyanyi satu ini. Lahir di Beirut, Lebanon, saat sang ayah yang diplomat bertugas di negeri tersebut. Dan ia belajar bermain gitar di usia 10 tahun hanya karena ingin mencari perhatian gadis Jerman di kelasnya.    


Judul I Like Chopin menarik buatku. Biasanya lagu-lagu yang mengutip nama-nama sosok atau peristiwa atau kota memang selalu memunculkan keingintahuanku. Khusus lagu ini, sengaja dibuat cerita yang agak panjang karena rikues dari salah seorang pendengar AMKM Sonora Bandung: mbak, mau diceritain tentang I Like Chopin dong 😊😊😊

Selain I Like Chopin, judul-judul lagu milik Gazebo memang unik. Penyanyi yang lebih banyak dikenal pada genre musik disko di Eropa tahun 80-an ini sebetulnya mengawali pelatihan musiknya di genre jazz, lalu rock, bahkan punk pun sempat ia jajal. Pada tahun 1982 ia berjumpa dengan produser Paul Micioni yang kemudian membantunya merilis single Masterpiece. Setahun berikutnya, barulah ia merekam I Like Chopin yang berhasil terjual 8 juta kopi di seluruh dunia, merajai cahrt Italia bersama 15 negara lainnya. Gazebo mulai merilis labelnya sendiri pada tahun 1997. Setelahnya, tak terhitung hits yang berhasil ia hasilkan.

Lalu mengapa Mazzolini memilih judul I Like Chopin? Tak ada referensi yang menjelaskan. Tapi mari cari tahu saja siapa Chopin, karena sedikit banyak pasti komposer ini punya arti sendiri bagi penyanyi yang lahir pada 18 Februari 1960 tersebut.

Fryderyk Franciszek Chopin lahir dari ayah yang berasal dari Perancis dan ibu dari Polandia. Ia dilahirkan di Zelazowa Wola, satu kawasan tak jauh dari Warsawa, Polandia, pada 1 Maret 1810. Ayahnya adalah seorang guru bahasa (Perancis) yang juga pemain biola dan flute. Sedangkan sang ibu adalah seorang pianis hebat. Pasangan ini meninggalkan Perancis demi menghindari wajib militer, dan memilih menetap di Polandia. Chopin lahir tak lama setelah kedua orangtua beserta kakak pertamananya pindah ke Polandia. 

Chopin telah pintar melakukan improvisasi untuk piano sedari kecil. Pada usia yang sangat muda pula ia telah membuat komposisi. Ia telah tampil di depan publik untuk bermain piano pada usia 8 tahun. Sepuluh tahun kemudian (usia 18 tahun), Chopin berangkat ke Berlinda, Wina untuk bermain di dua konser. Ia sukses membuat variasi dari komposisi milik Mozart. Para komposer dan editor majalah musik Jerman menyebut Chopin sebagai pemusik jenius. Pada masa ini Chopin berteman baik dengan Franz Liszt, dan memberikan pengaruh kuat pada musik-musik yang digubah komposer asal Hungaria ini. Berdua mereka menjadi pianis favorit di Paris dan dikenal sebagai Ariel of The Piano. Pada masa-masa ini juga Chopin juga banyak berjumpa dengan para komposer ternama. Ia juga banyak melakukan perjalanan ke Jerman dan Inggris.    

Di luar kepiawaiannya bermusik, kehidupan pribadinya juga banyak menjadi sorotan. Pada tahun 1836 Chopin bertemu dengan George Sand, novelis yang dianggap sangat modern dan radikal. Sand banyak mengritik berbagai isu sosial di antaranya perihal perkawinan. Jadi bisa dibilang mereka adalah dua orang yang bertolak belakang. Chopin adalah tipikal romantis yang menghendaki kehidupan berpasangan yang manis. Begitupun dengan gaya berpakaian. Chopin dikenal sebagai pria dandy, sedangkan Sand gemar berpakaian ala pria dan perokok berat. Seolah Sand sang pria dan Chopin sang wanitanya. Mereka berelasi, meski akhirnya berpisah. Dan bukan perpisahan yang manis.

Pada jelang akhir hidupnya, Chopin mengidap TBC. Ia sempat melakukan konser piano di Paris dan London, dan mendapat ulasan yang baik dari media dan para kritikus musik. Chopin meninggal dunia pada 17 Maret 1849, tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-39. 

Kembali ke Gazebo, mari kita nyanyi...

I Like Chopin

Remember that piano
So delightful unusual
That classic sensation
Sentimental confusion
Used to say
I like Chopin
Love me now and again
Rainy days never say goodbye
To desire when we are together
Rainy days growing in your eyes
Tell me where's my way
Imagine your face
In a sunshine reflection
A vision of blue skies
Forever distractions
Used to say
I like Chopin
Love me now and again
Rainy days never say goodbye
To desire when we are together
Rainy days growing in your eyes
Tell me where's my way

Monday, February 5, 2018

Let's Dance, Menari Bersama David Bowie


Berkisah tentang menari bersama kekasih. Let's Dance, lagu milik David Bowie yang rilis tahun 1983 dalam album bertajuk sama. Let's Dance menjadi single kedua Bowie sekaligus terakhir yang menjadi jawara di tangga lagu bergengsi Amerika Serikat, Billboard Hot 100. Album  Let's Dance sekaligus juga menjadi salah satu album Bowie dengan penjualan terbesar.


Let's Dance diproduseri oleh Nile Rodgers, yang dikenal dengan album-album bernuansa funky. Rodgers adalah pendiri grup disco, Chic. Ia memproduseri sejumlah hits dari penyanyi seperti Diana Ross dengan Upside Down dan I'm Coming Out. Rodgers juga menjadi produser untuk album Madonna, Like a Virgin. Pada sebuah wawancara tahun 2012, Rodgers bercerita, saat bersama-sama mencoba mencari musik dan gaya yang cocok untuk lagu ini, Bowie menunjukkan sebuah album Little Richard. Pada sampul album tersebut, Richard mengenakan baju merah bersama Cadillac warna merah, dengan potongan rambut pompadour, Bowie menyebut itu sebagai rock'n'roll dan ingin menampilkan nuansa itu. Pilihannya adalah baju warna kuning. Pada setahun berikutnya, dalam film Davie Bowie: 5 Years in the Making of an Icon, Rodgers mengatakan, “Let's Dance' is not what I'd call a traditional dance record, but it's certainly a record that does make you want to dance. I thought to myself, 'Man, if I don't make a record that makes people want to dance, and we call the song Let's Dance, I'm going to have to trade in my black union card.”

Ada yang unik pada lagu ini. Penampilan gitar solo Stevie Ray Vaughan di penghujung lagu. Konon awalnya Bowie tertarik melihat permainan Vaughan di festival Montreaux Jazz setahun sebelumnya. Saat Bowie memintanya terlibat, Vaughan sedang menggarap albumnya, Texas Flood.

Beberapa penyanyi membawakan kembali lagu ini. Let’s Dance juga muncul dalam banyak film, meski bukan untuk tema utama.

Let's Dance
Let's dance put on your red shoes and dance the blues

Let's dance to the song
they're playin' on the radio

Let's sway
while color lights up your face
Let's sway
sway through the crowd to an empty space

If you say run, I'll run with you
If you say hide, we'll hide
Because my love for you
Would break my heart in two
If you should fall
Into my arms
And tremble like a flower

Let's dance for fear
your grace should fall
Let's dance for fear tonight is all

Let's sway you could look into my eyes
Let's sway under the moonlight,
this serious moonlight

If you say run, I'll run with you
If you say hide, we'll hide
Because my love for you
Would break my heart in two
If you should fall
Into my arms
And tremble like a flower

Let's dance put on your red shoes
and dance the blues

Let's dance to the song
they're playin' on the radio

Let's sway you could look into my eyes
Let's sway under the moonlight,
this serious moonlight