Tuesday, April 26, 2016

It Must Have Been Love, Meroket Bersama Pretty Woman

It Must Have Been Love ditulis Per Gessle dan dipopulerkan oleh pop duo asal Swedia, Roxette. Lagu ini menjadi lagu ketiga Roxette yang berhasil menembus puncak chart Amerika. Lagu ini juga menjadi salah satu best selling mereka.


Sebelumnya Per Gessle menjuduli lagu ini It Must Have Been Love (Christmas for the Broken Hearted) dan merilisnya pertama kali tahun 1987 di bawah bendera EMI Jerman. Lagu ini menjadi nomor satu pada '10 hit' di Swedia, tapi EMI memutuskan untuk tidak memasukkannya dalam album. Barulah saat diminta untuk mengisi soundtrack Pretty Woman, lagu ini muncul kembali bersamaan dengan dirilisnya film yang dibintangi oleh Julia Roberts dan Richard Gere tersebut.

Pretty Woman menghasilkan lebih dari US $460 juta untuk penjualan seluruh dunia. Melambungnya film ini tentunya dibarengi dengan soundtracknya yang menjadi hit. Salah satunya It Must Have Been Love. Selama dua pekan berturut-turut lagu ini ada di puncak US Hot 100 pada Juni 1990.

It Must Have Been Love
Lay a whisper on my pillow,
leave the winter on the ground.
I wake up lonely,
there's air of silence in the bedroom
and all around
Touch me now, I close my eyes and dream away.

It must have been love but it's over now.
It must have been good but I lost it somehow.
It must have been love but it's over now.
From the moment we touched, 'til the time had run out.

Make-believing we're together that I'm sheltered by your heart.
But in and outside I've turned to water like a teardrop in your palm.
And it's a hard winters day, I dream away.

It must have been love but it's over now.
It's all that I wanted, now I'm living without.
It must have been love but it's over now,
it's where the water flows, it's where the wind blows.

Tuesday, April 5, 2016

Dunia Boleh Tertawa, Kolaborasi Titi DJ dan Indra Lesmana

Dia hadir dengan gayanya yang unik dan tak biasa. Titi Dwijayati atau lebih dikenal dengan Titi DJ. Perempuan kelahiran Jakarta, 27 Mei 1966 ini tak menjalani karir bermusiknya dengan mulus. 


Titi dibesarkan oleh keluarga yang secara finansial pas-pasan namun memiliki tradisi seni yang kental. Ibunya bersikukuh menyisihkan uang untuk Titi berlatih di Bina Vokalia. Beberapa hal dalam perjalanan hidupnya juga berulangkali membuat ia dan keluarganya harus berjuang, seperti perpisahan kedua orang tuanya dan peristiwa penggusuran rumah. Beruntunglah Titi mendapatkan dukungan yang luar biasa dari sang ibu. Di tengah keterbatasannya, Yeni, ibu Titi yang berdarah Manado-Batak itu memasukkan Titi ke kelompok seni terkemuka masa itu, Swara Mahardhika.

Masuk ke grup besutan Guruh Sukarno Putra tak lantas membuat karir Titi lancar. Ia tak kunjung mendapatkan tawaran rekaman karena karakteristik gaya menyanyinya yang berbeda dibandingkan lagu-lagu yang tengah berjaya saat itu. Namun Titi tak patah arang, mencoba mengikuti berbagai kompetisi, di antaranya ajang Miss World. Selain itu ia juga menjajagi dunia peran.  Kesempatan rekaman baru datang tahun 1984. Di bawah bendera Jackson Record ia merilis album perdana bertajuk Imajinasi. Rekaman perdana yang lumayan meski tak bisa dibilang sukses. Namun album pertama ini menjadi awal dari rekaman-rekaman berikutnya.

Karir Titi menanjak naik saat berkolaborasi dengan Indra Lesmana. Kerjasama dengan musisi yang kemudian dengannya ia menjalin cinta itu menuai sukses. Tak heran jika muncul anggapan kesuksesan Titi adalah karena Indra di sampingnya. Hubungan mereka yang telah berusia 7 tahun pun kandas. Namun tentunya kolaborasi mereka masih bisa dinikmati. Seperti salah satunya yang menjadi hit: Dunia Boleh Tertawa.

Dunia Boleh Tertawa

Setiap kali ini terjadi
Selalu dapat kuatasi
Setiap manusia punya kuasa
Menepis segala godaan

Tetapi hampir semua berdalih
Tak dapat untuk menahan kendali
Selalu terdengar alasan yg sama
Manusia tiada ada yang sempurna

Dunia boleh tertawa
Karna kita bahagia
Kita yang tak ingin
Menipu diri sendiri
Dunia boleh berkata
Ku terikat padanya
Dan aku akan mengakui


Dunia Boleh Tertawa rilis dalam album duet mereka dengan judul yang sama pada tahun 1990.