Wednesday, June 24, 2015

The Beatles di New Zealand


Tanggal 21 Juni menjadi hari bersejarah bagi penggemar The Beatles di New Zealand. Persisnya 21 Juni 1966, the ‘Fab Four’ menginjakkan kakinya di bandara Wellinton mengawali sepekan tur mereka di tanah yang di Indonesia disebut Selandia Baru tersebut. Seorang Zealander penggemar Beatles, Rachel Stace, menulis dalam catatannya:  ‘We love you, yeah, yeah, yeah!’ Everything changed after The Beatles came.

Tak seorang pun awalnya menduga histeria massa akan terjadi di New Zealand. 'Beatlemania' memang telah muncul di Australia, berbarengan dengan tur yang berlangsung di negara tersebut. Namun anak muda New Zealand memiliki tipikal yang relatif berbeda. Mereka bisa dikatakan lebih tenang. Namun ternyata sambutan terhadap empat pemuda asal Liverpool Inggris ini tak jauh beda dengan yang sudah terjadi di beberapa wilayah lainnya.

Tur Beatles di New Zealand berlangsung di empat kota, Wellington (22 dan 23 Juni), Auckland (24 dan 25 Juni), Dunedin (26 Juni), dan Christchurch (27 Juni). Mereka tampil dua kali sehari yakni jam 6 dan setengah 9 malam. Dalam waktu kurang dari setengah jam, mereka membawakan 11 lagu yang sama di beberapa kota tersebut: I saw her standing there, I want to hold your hand, You can’t do that, Till there was you, All my loving, She loves you, Roll over Beethoven, Can’t buy me love, This boy, Long tall Sally, dan Twist and shout. Ringo Starr juga menyanyikan Boys.

Kehadiran pertama The Beatles di Wellington disambut sekitar tujuh ribu fans yang sebagian besarnya adalah para gadis muda. Tercatat seorang gadis memotong celananya agar memudahkan memanjat pagar kawat, dan dua lainnya melewati pagar karena terdorong dari belakang. Meninggalkan keriuhan bandara, The Beatles menuju St. George, hotel tempat mereka menginap. Para fans menyertai mereka sepanjang perjalanan dari bandara menuju kota. Massa penggemar The Beatles rupanya juga banyak yang sudah bersiap di luar hotel. Untuk menghindari kekisruhan, manajemen hotel segera membawa mereka ke balkon lantai tiga agar para fans bisa melihat langsung The Beatles tanpa merusak fasilitas hotel. 

Bagaimana dengan show mereka? Wellington Town Hall menjadi lokasi pertama mereka tampil. Sempat terjadi keributan sebelum berlangsungnya show The Beatles dan juga penampil lain, rock 'n' roll superstar tahun 50-an, Johnny Devlin, karena kualitas audio yang buruk. Pasca show, kericuhan yang lain terjadi. Para penggemar, terutama para gadis, berusaha untuk mengikuti mereka, bahkan konon membuat kerusakan jendela hotel karena berusaha masuk ke kamar The Beatles. Media menulis, ‘Girl tries to die for Beatles’.

Apa yang terjadi di Wellington berulang di Auckland. Ada yang menyebutnya lebih parah. Bahkan kepolisian setempat menunjukkan kestidaksukaannya terhadap hadirnya The Beatles di kota mereka. Dalam sebuah wawancara tahun 1981, seorang petugas kepolisian mengatakan, "We didn’t want 'em here and I don’t know why you brought 'em. We had a lot of problems trying to get him to protect his public from themselves and a lot of trouble getting around Auckland.” Kondisi tersebut cukup membahayakan buat The Beatles. Hanya 3 petugas kepolisian yang mengawal mereka. Sementara ribuan massa merangsek tak terkendali. 

Konsert The Beatles di Dunedin disebut sebagai ‘the wildest’ selama tur mereka di New Zealand. Polisi kehilangan kontrol. Massa menguasai medan, melakukan aneka tindakan brutal. Maka pada tur berikutnya, Christchurch, massa yang tak menyukai kehadiran mereka, melakukan protes. The Beatles mendapat lemparan telur dan tomat busuk. Sebuah spanduk besar bertulis: ‘We like Elvis, Cliff, Castro and Mao Tse Tung but not The Beatles.’ Tur Christchurch menjadi tur terpendek mereka. The Beatles hanya manggung selama 26 menit. 

Minggu, 28 Juni 1964, The Beatles meninggalkan New Zealand disaksikan dua ribuan fans saat mereka meninggalkan hotel; dua ribuan yang lain menunggu mereka di bandara.

Banyak kekisruhan yang terjadi dalam tur The Beatles di New Zealand. Namun warga negara ini juga mengakui, hadirnya empat pemuda ini memberikan dampak yang cukup besar terutama terkait budaya pop. Seperti yang dicatat Stace dalam blognya, pasca tur The Beatles masyarakat New Zealand mengalami pergeseran budaya. Nilai-nilai yang dipegang pada era lama berubah; satu era berlalu dan lain muncul. Sejak saat itu New Zealand membuka diri ke dunia luar, baik televisi dan maupun melakukan perjalanan udara ke luar negeri. Beberapa orang muda mulai terlihat sangat berbeda. Cinta mereka dengan rock 'n' roll yang sudah dimulai pada tahun 1950-an, menjadi lebih kuat. Gaya berpakaian dan rambut mereka pun mengalami perubahan. Dan mereka menikmati itu sebagai bagian dari sejarah masyarakat New Zealand.

Wednesday, June 10, 2015

Careless Whisper, Generasi 80-an...Siapa Tak Kenal?

Careless Whisper, salah satu lagu yang sangat populer dekade 80-an dan sukses di pasaran. Ada dua versi dari lagu ini. Versi pertama diusung Wham! Versi lainnya oleh George Michael.  




George Michael menulis lagu ini saat ia masih 17 tahun. Konon ia menulis dalam sebuah bis, saat dalam perjalanan menuju tempat kerja paruh waktunya di bioskop. Kata silver screen pada liriknya mengambil dari kerjaannya tersebut. Kebanyakan lagu Wham! memang ditulis oleh George Michael. Tapi pada lagu ini juga tercantum Andrew Ridgeley, pada credit title-nya. Careless Whisper dirilis duo ini pada album kedua mereka, Make It Big, tahun 1984. Pada saat lain George Michael merekamnya sebagai single solonya. Tak urung hal itu menjadikan rumor perpecahan mereka. Tapi George membantahnya. Dan itu ia buktikan dengan tur duo yang terus jalan, selain mereka masih melahirkan album lain pada tahun 1986.

Hal yang unik terjadi pada proses produksi, terutama pelibatan komponen saxophone dalam lagu. Mereka telah melibatkan sepuluh orang untuk mecoba memainkan melodi lagu ini. Namun akhirnya George Michael baru merasa 'klik' setelah mendengarkan permainan Steve Gregory, seorang pemain sax asal London.

Single Careless Whisper menjadi produksi pertama Epic Records yang berhasil terjual jutaan copy. Lagu ini juga menjadi hit terbesarnya George Michael, baik sebagai single solo maupun bersama Wham! Di Amerika, Careless Whisper mendapatkan sertifikat platinum yang artinya terjual lebih dari 2 juta copy. Di Inggris lagu ini memenangkan Ivor Novello Award sebagai The Most Performed Work pada tahun 1984. Pada tangga lagu, baik di Amerika maupun Inggris, lagu ini sempat lama bertengger di posisi puncak.

Careless Whisper

I Feel So Unsure
As I take your hand
And lead you to the dance floor
As the music dies
Something in your eyes
Calls to mind a silver screen
And all it's sad goodbyes

[Chorus:]
I'm never gonna dance again
Guilty feet have got no rhythm
Though it's easy to pretend
I know you're not a fool
I should have known better than to cheat a friend
And waste a chance that I've been given
So I'm never gonna dance again
The way I danced with you

Time can never mend
The careless whisper of a good friend
To the heart and mind
Ignorance is kind
There's no comfort in the truth
Pain is all you'll find

[Chorus]

Tonight the music seems so loud
I wish that we could lose this crowd
Maybe it's better this way
We'd hurt each other with the things we want to say
We could have been so good together
We could have lived this dance forever
But now who's gonna dance with me
Please stay

[Chorus]

Now that you've gone
Now that you've gone
Now that you've gone
Was what I did so wrong
So wrong that you had to leave me alone