Tuesday, January 27, 2015

I Will Survive, Hit Gloria Gaynor Yang Melegenda

I Will Survive. Dinyanyikan Gloria Gayner pada tahun 1979. Lagu ini berkisah tentang sebuah tekad dari seorang perempuan yang baru saja mengalami pengalaman buruk dalam sebuah relationship. Sebuah lagu untuk memberi harapan tentang beranjak dari hubungan yang bermasalah.    

Lagu ini ditulis produser pendiri Motown, Freddie Perren dan Dino Fekaris. Perren juga dikenal terlibat dalam pembuatan tiga hits Jackson 5: I Want You Back, The Love You Save, dan ABC. Lagu ini sendiri mereka tulis setelah mereka meninggalkan Motown. Saat menjadi 'penganggur' inilah mereka menulis lirik lagu. Sebelumnya mereka sempat memproduseri duo Peaches & Herb yang berhasil menelorkan hits Reunited. Namun selebihnya tak ada karya yang menurut mereka tak cukup berarti. Hingga suatu kali Fekaris menyalakan televisi dan menemukan lagu yang ditulisnya sedang tayang sebagai theme song sebuah film. Momentum yang menginspirasi, yang membuatnya berujar: "I'm going to make it. I'm going to be a songwriter. I will survive!"

Setelah lagu selesai dibuat, mereka belum menemukan penyanyinya. Tapi mereka bersepakat adalah seorang diva yang bakal membawakan lagu itu. Lalu mereka menemukan Gloria Gaynor yang dirasa tepat. Saat itu Gaynor tengah merekam ulang lagunya Righteous Brothers, Substitute. Jadilah I Will Survive ditempatkan di sisi B.

Meski ditempatkan di sisi kedua, I Will Survive mampu mengungguli Substitute. Pada Maret 1979, saat Substitute masih ada di nomor besar,
I Will Survive menjadi jawara di tangga lagu Amerika Serikat. Pada tahun ini pula, I Will Survive memnangkan Grammy Award untuk kategori Best Disco Recording, kategori yang pertama dan terakhir dibuat. Kategori yang hanya milik I Will Survive 😊

I Will Survive dinyanyikan dalam berbagai versi dan bahasa. Setidaknya ada 20 bahasa, termasuk bahasa Arab. Gloria Gaynor sendiri sudah melahirkan sejumlah hits, Never Can Say Goodbye yang berhasil bertahan di posisi 9 tangga lagu. Juga beberapa cover version yang cukup populer seperti Walk On By, Reach Out, dan I'll Be There. Namun I Will Survive seolah identik dengan Gloria Gaynor.
I Will Survive

At first I was afraid
I was petrified
Kept thinking I could never live
without you by my side
But then I spent so many nights
thinking how you did me wrong
And I grew strong
And I learned how to get along
and so you're back
from outer space
I just walked in to find you here
with that sad look upon your face
I should have changed that stupid lock
I should have made you leave your key
If I had known for just one second
you'd be back to bother me

Go on now go walk out the door
just turn around now
'cause you're not welcome anymore
weren't you the one who tried to hurt me with goodbye
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I
I will survive
Oh as long as I know how to love
I know I will stay alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
and I'll survive
I will survive (hey-hey)

It took all the strength I had
not to fall apart
kept trying hard to mend
the pieces of my broken heart
and I spent oh so many nights
just feeling sorry for myself
I used to cry
But now I hold my head up high
and you see me
somebody new
I'm not that chained up little person
still in love with you
and so you felt like dropping in
and just expect me to be free
and now I'm saving all my loving
for someone who's loving me

Go on now go walk out the door
just turn around now
'cause you're not welcome anymore
weren't you the one who tried to break me with goodbye
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I
I will survive
Oh as long as I know how to love
I know I will stay alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
and I'll survive
I will survive

Tuesday, January 20, 2015

Why, dari Sang Jawara British Female Artist, Annie Lennox

Why menjadi lagu pertama Annie Lennox setelah ia memutuskan bersolo karir. Diliris tahun 1992 dalam album bertajuk 'Diva'. 

Dalam sebuah wawancara, Lennox mengatakan Why ini sesuatu yang sangat pribadi, terkait dengan keputusannya untuk solo. Dia sendiri tak yakin bisa menulis lagunya sendiri, tapi kenyataannya ia menulis
Why konon hanya dalam 10 menit saja. Ada yang berspekulasi bahwa lagu ini menggambarkan relasi cinta Lennox bersama personil Eurythmics, Dave Stewart, yang selama ini dibantahnya. Tapi Lennox kembali menepis anggapan itu dalam catatan yang dibuatnya saat ia mempromokan album greatest hits-nya pada 2009. Lennox menulis: "I think this song expresses something of a sense of 'I need to take a stand, and say this.' It's almost testifying, like 'My Way,' or something. The world can be so baffling at times, so you find yourself constantly trying to figure it out... It's also about looking at the aftermath of things. After all this darkness and disappointment with the personal battles you've gone through... Contemplating the ashes of experience, and questioning what it was ever all about. It's like the remains of a building that's crashed and burned to the ground."Why mendapatkan Ivor Novello Award kategori Best Song Musically and Lyrically pada 1992.

Annie Lennox sendiri sebelum sukses bersama Eurytmics pada tahun 80-an, tergabung dalam band 70-an pengusung new wave, The Tourists. Selain sebagai satu dari sedikit penyanyi asal Scotlandia, ia juga dikenal sebagai aktivis politik dan philanthropist. Lennox juga adalah artis perempuan paling dikenal di Brit Awards, karena memenangkan total delapan penghargaan. Termasuk di antaranya enam kali Best British Female Artist. Annie Lennox juga dinobatkan sebagai Brits Champion of Champions.


How many times do I have to try to tell you
That I'm sorry for the things I've done
But when I start to try to tell you
That's when you have to tell me
Hey... this kind of trouble's only just begun
I tell myself too many times
Why don't you ever learn to keep your big mouth shut
That's why it hurts so bad to hear the words
That keep on falling from your mouth
Falling from your mouth
Falling from your mouth
Tell me...

I may be mad
I may be blind
I may be viciously unkind
But I can still read what you're thinking
And I've heard is said too many times
That you'd be better off
Why can't you see this boat is sinking
(this boat is sinking this boat is sinking)
Let's go down to the water's edge
And we can cast away those doubts
Some things are better left unsaid
But they still turn me inside out
Turning inside out turning inside out
Tell me...
Tell me...

This is the book I never read
These are the words I never said
This is the path I'll never tread
These are the dreams I'll dream instead
This is the joy that's seldom spread
These are the tears...
The tears we shed
This is the fear
This is the dread
These are the contents of my head
And these are the years that we have spent
And this is what they represent
And this is how I feel
Do you know how I feel ?
'cause i don't think you know how I feel
I don't think you know what I feel
I don't think you know what I feel
You don't know what I feel

Tuesday, January 13, 2015

Leningrad, Perjumpaan Billy Joel dengan Sang Badut

Lirik Billy Joel selalu terdengar unik di telinga saya. Piano Man adalah jatuh cinta pertamaku pada Joel. Lirik yang unik dan cerdas. Pun pada Leningrad, lagu yang ditulisnya pada tahun 1989. Seperti diketahui, Leningrad adalah nama lain untuk Saint Petersburg. Kota kedua terbesar di Rusia ini diganti menjadi Leningrad pada Januari 1924, tak lama setelah kematian Lenin. Tahun 1991 namanya dikembalikan menjadi Saint Petersburg.

Lagu yang rilis bersama album Storm Front tahun 1989 ini berangkat dari cerita nyata yang dialami Joel saat melakukan tur Uni Soviet dua tahun sebelumnya. Joel berjumpa dengan Viktor, seorang badut Rusia. Viktor adalah salah satu contoh anak Soviet yang kehilangan sosok ayah dalam Perang Dunia II. Utamanya terkait pengepungan Leningrad. Viktor dikirimkan ke Red Army, minum vodka untuk melawan rasa sakit, lalu menjadi badut sirkus dan memberikan kegembiraan bagi anak-anak Rusia. Pada akhirnya, mereka berdua berjumpa usai konser Billy Joel di Leningrad. Joel mengenalkan Alexa, anaknya. Selama Joel melangsungkan konsernya, di enam tempat di Rusia, Viktor melintasi berbagai kota untuk bergabung. 

Joel membuat lirik yang unik dengan memasukkan data sejarah yang sesungguhnya seperti perihal perang dingin di masa McCarthy, memasukkan referensi tentang Perang Korea serta perang Vietnam. Termasuk kutipan yang menjadi ungkapannya dari pertemuan dengan Viktor: "We never knew what friends we had, until we came to Leningrad."


Victor was born
The spring of '44
And never saw
His father anymore
A child of sacrifice
A child of war
Another son who never had
A father after Leningrad
Went off to school
And learned to serve his state
Followed the rules
And drank his vodka straight
The only way to live
Was drown the hate
The Russian life was very sad
And such was life in Leningrad

I was born in '49
A cold war kid in the McCarthy time
Stop 'em at the 38th parallel
Blast those yellow reds to hell
Cold war kids were hard to kill
Under their desks in an air raid drill
Haven't they heard we won the war
What do they keep on fighting for?

Victor was sent
To some Red Army town
Served out his time
Became a circus clown
The greatest happiness
He'd ever found
Was making Russian children glad
When children lived in Leningrad.

The children lived in Levittown
Hid in the shelters underground
'Til the Soviets turned their ships around
And torn the Cuban missiles down
And in that bright October sun
We knew our childhood days were done
I watched my friends go off to war
What do they keep on fighting for?

So my child and I came to this place
To meet him, eye to eye and face to face
He made my daughter laugh
Then we embraced
We never knew what friends we had
Until we came to Leningrad.

Wednesday, January 7, 2015

Derek Taylor dan The Beatles

Bulan Mei menjadi bulan penting bagi Derek Taylor. Selain terlahir pada tanggal 7 Mei (1932) Taylor membuat liputan pertamanya tentang The Beatles di bulan ini. Derek Taylor mengawali kerja jurnalisnya di The Hoylake and West Kirby Advertiser, lalu Liverpool Daily Post & Echo. Terakhir dia tercatat sebagai jurnalis di News Chronicle, Sunday Dispatch, dan Sunday Express. Dia juga dikenal sebagai kolumnis untuk Daily Express. Yup, dialah sosok yang menggarap publisitas The Beatles. 

Derek Taylor pertama kali menulis review tentang The Beatles adalah pada 30 Mei 1963, dari salah satu konser grup asal Liverpool Inggris ini. Tak lama setelah itu ia langsung berada di lingkaran dalam The Beatles. Secara rutin ia menulis tentang The Beatles, cerita-cerita eksklusif yang membantu meningkatkan percaya diri grup yang masih terhitung muda ini. Selain membuat liputan, Taylor juga menjadi ghostwriter buat personil The Beatles. Baru pada awal 1964, Brian Epstein secara resmi melamar Taylor sebagai press officer-nya The Beatles. 

Taylor melakukan tugas resminya yang pertama pada tur konser pertama The Beatles di Amerika Serikat pada musim panas 1964. Namun ia mengundurkan diri dari posisinya pada akhir tur, di bulan September. Taylor masih bekerja hingga tiga bulan kemudian, sebelum kembali bekerja di media, yakni Daily Mirror. Tahun berikutnya Taylor pindah ke California. Di tempat barunya memulai sendiri perusahaan PR-nya, memberikan publisitas untuk kelompok-kelompok seperti Beach Boys, Byrds, dan Paul Revere and Raiders. Melalui penanganan Taylor, Byrds muncul sebagai generasi baru band Amerika yang paralel dengan The Beatles. Taylor juga punya peran dalam popularitas sejumlah nama, seperti pendiri Beach Boys, Brian Wilson, dan terlibat dalam kemunculan kembali Harry Nilsson yang dikenal pada dekade sebelumnya. Taylor juga terlibat dalam event Monterey Pop Festival pada tahun 1967. Pada event bersejarah ini Taylor bertugas sebagai menjabat sebagai humas dan juru bicara. 

Taylor memiliki kedekatan yang istimewa dengan George Harrison. Tahun 1967 George mengunjungi Taylor di California. Di sinilah ia menulis “Blue Jay Way” saat ia menunggu Taylor dan istrinya. George menemuka organ elektrik di rumah sewa di Blue Jay Way dan memainkannya hingga pasangan itu tiba: ‘There's a fog upon L.A./And my friends have lost their way’. Karena permintaan George pulalah Taylor kembali bergabung dengan The Beatles pada tahun 1968. Saat itu The Beatles tengah membangun Apple Corps. Pada masa ini Taylor melakukan cukup banyak hal penting bersama The Beatles. Termasuk di antaranya mendokumentasikan ‘Badfinger’, band yang melakukan rekaman bersama Apple Corps. Taylor juga terlibat dalam kampanye perdamaian dunia-nya John Lennon dan Yoko Ono. 

Pasca bubarnya The Beatles, Taylor masih berkawan dengan para personilnya, terutama John dan George. Lepas dari The Beatles dan Apple Corps, Taylor bergabung dengan Warner Music Group yang baru membuka jaringannya di Inggris. Taylor bekerjasama dengan sejumlah grup musik dan penyanyi seperi Rolling Stones, Neil Young, Alice Cooper, America, dan Yes. 

Derek Taylor meninggal dunia pada 8 September 1997 karena kanker. Saat itu ia sedang membantu The Beatles membuat buku ‘Beatles Anthology’. Ia meninggalkan istri, Joan Taylor dan enam anak. Sosok Joan muncul dalam film dokumenter ‘George Harrison: Living in the Material World’.